yang tersisa dari panen terakhir adalah sekat-sekat pematang dan lelaki jalang. mungkin kau masih ingat saat kau bilang: “wah, memangnya setelahku ada berapa??”: saat itu ada lidah yang membuatku tiba-tiba menjadi kotoran dengan wangi kau suka. dengan izinnya maka kukunyah putingmu, kupaksa air susu keluar ke dunia masa-masa yang sukar. wahai keparat yang lengah, tolonglah menjadi seorang ibuku!!!
disemak belukar kita akan temukan sepasang cincin kawin. satu untukmu, lainnya untukku, masing-masing kita dapat satu. sedang untuk ibuku? ya, dilehernya kulilitkan tali sepatu. sejarah perjalanan panjangku dan lentik bekas gigitmu dibahuku. dirinya, tanpa seremoni kita akan menjadi suami istri. dirimu, kutanda-tangani surat kuasa dari “secantik seorang ibuku”.
maka kitalah suami istri, tanpa mas kawin dan surat berbentuk buku dari mantri. ya, rumah tangga kaumodali dengkul dan seorang ibuku yang suci. tanpa cangkul lalu kita berproduksi :siang-malam hingga pagi..




