Oleh: tayak | Juni 19, 2008

cumi-cumi cuma-cuma

“cuma cumi-cumi”, katamu… ketika laut itu menelanmu. diperutnya telah bersemayam jutaan mayat, ribuan kilo telor asin dan muntahan yang menyebut namamu. jacket merahku telah menahan mual yang tak pernah usai : matahari yang biru dari ingusmu, bau ketiakku yang merayumu..

“cumi cuma-cuma…!”, kataku. ketika menawarkan sepasang kaus-kaki lengkap dengan baunya. tapi engkau malah membeli kerbau dengan kotoran. waktu itu satu juta ons kotoran kau hargai satu ekor kerbau peranakan jerman . tidak masalah…,kau tahu..?!setelah itu aku menerima sehelai rambut dari tanah kosong yang ditinggalkan berahi yang tandas. maka engkau telah menjadi papan rumahku yang kutinggalkan di lumpur itu….

aaaargh..persetan..!!
aku ingin menebas kepalamu. tapi tubuhmu yang tanpa kepala pasti akan membuangku tepat di barisan tahi lalat didadamu.

aaarghh…
aku takut mereka berkata,..: “cumi-cumiku cuma kamu”


Beri tanggapan

Your response:

Kategori