<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tayak&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://tayak.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tayak.wordpress.com</link>
	<description>kampung kemandulan kata-kata</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 05:32:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tayak.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tayak&#039;s Blog</title>
		<link>http://tayak.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tayak.wordpress.com/osd.xml" title="Tayak&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tayak.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Air Tidak Tersedia Untuk Cuci Muka Ataupun Buang Air</title>
		<link>http://tayak.wordpress.com/2012/01/25/air-tidak-tersedia-untuk-cuci-muka-ataupun-buang-air/</link>
		<comments>http://tayak.wordpress.com/2012/01/25/air-tidak-tersedia-untuk-cuci-muka-ataupun-buang-air/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 11:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayak</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://tayak.wordpress.com/2012/01/25/air-tidak-tersedia-untuk-cuci-muka-ataupun-buang-air/</guid>
		<description><![CDATA[RAMBUTNYA sudah memutih. Seperti laki-laki paruh baya kebanyakan, perawakannya sedikit gemuk. Dengan telaten pengurus mesjid tersebut mengayunkan sapu, membersihkan debu-debu yang tersisa dari para pengunjung. Di halaman, ia mengumpulkan kerikil, kemudian meletakkan kembali kerikil tersebut ditempatnya. Memang, di halaman ada kerikil lain yang sengaja di tumpuk sebagai penghias halaman. Mesjid tersebut cukup besar dengan halaman yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=343&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RAMBUTNYA</strong> sudah memutih. Seperti laki-laki paruh baya kebanyakan, perawakannya sedikit gemuk. Dengan telaten pengurus mesjid tersebut mengayunkan sapu, membersihkan debu-debu yang tersisa dari para pengunjung. Di halaman, ia mengumpulkan kerikil, kemudian meletakkan kembali kerikil tersebut ditempatnya.</p>
<p>Memang, di halaman ada kerikil lain yang sengaja di tumpuk sebagai penghias halaman. Mesjid tersebut cukup besar dengan halaman yang cukup luas. Bangunannya di cat berwarna hijau. Berdiri di tepi jalan Kampuang Tangah, Lubuk Alung, Kilometer 33 Jalan Raya Padang-Bukittinggi, plang Mesjid dibuat berbahan seng, berukuran sekitar 50cmx 1m, berdasar putih dengan tulisan berwarna merah. Kalau tidak salah tulisannya berbunyi : Mesjid Siti Hajar.</p>
<p>Kami memutuskan berhenti disana untuk melaksanakan ibadah sholat. Teman saya memang terhitung sebagai umat islam yang taat. Dulu, Ia pernah mencerahami saya: “Tidak ada alasan untuk tidak sholat, dalam perjalanan pun, jika kita masih bisa sholat, harus sholat”. Saya tidak ingin lagi berdebat ulang, saya pun memarkir kendaraan di mesjid itu.</p>
<p>Kami mengendarai sepeda motor merek Honda keluaran tahun 1999. Untuk ukuran sepeda motor, kendaraan saya memang sudah ketinggalan mode. Tapi jangan salah, meskipun ketinggalan mode, layaknya sepeda motor lain, saya tidak kesulitan untuk memarkirkannya (pastinya!).</p>
<p>Setelah diparkir, teman saya langsung berjalan mencari tempat berwudhu. Tiba-tiba, dari kejauhan bapak pengurus mesjid berteriak. “Mau apa, cuci muka?!!”, Hardiknya dengan nada sedikit kasar pada teman saya. Kami sedikit terkejut. Diteriaki seperti itu, teman saya sempat terdiam sejenak. Teman saya memang berjalan ke arah yang salah saat hendak berwudhu. Setelah teman saya menjelaskan niatnya untuk sholat, si Bapak tidak kunjung menurunkan nada bicaranya. “Baru kali ini kesini?!, tempat whudu lewat sini! makanya bertanya!. Malu bertanya sesat dijalan!”, ujarnya kemudian – masih dengan nada tinggi.</p>
<p>Mungkin karena instingnya sebagai perempuan, mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan hati tersebut, si teman melihat ke arah saya, meminta bantuan. Saya cuma tersenyum sebagai isyarat “tidak akan ada masalah”. Setelah itu, teman saya kembali berjalan ketempat whudu sementara saya tetap memperhatikan bapak tersebut.</p>
<p>Tidak lama kemudian, seorang teman lain yang kebetulan melihat saya sedang parkir di mesjid ikut berhenti. Setelah bertegur sapa sebentar, ia minta permisi untuk mencuci muka ke kamar mandi yang berada di dalam mesjid. Bapak tadi masih menyapu di dekat pagar. Teman saya kemudian bertanya kepada si bapak arah ke kamar mandi yang benar dan dijawab juga dengan nada tinggi: “Mau apa? Kami tidak menyediakan air untuk cuci muka!”, ujarnya.</p>
<p>Terkejut, teman saya yang juga seorang perempuan tersebut kembali menghampiri saya. “<em>Pa*tek apak ko mah, poak e lai, masih banyak mesjid lain mah yo!</em>”, (Pa*tek Bapak ini, sombong sekali, kan masih banyak mesjid lain!), ujarnya mengumpat. Saya hanya tertawa. Setelah puas mengumpat, teman saya tersebut minta diri untuk melanjutkan perjalanan. Dan dihalaman mesjid tersebut, saya kembali berdua dengan si Bapak. Kami tidak bertegur sapa, mungkin ia pun ragu karena saya memperhatikan dia cukup lama.</p>
<p>Teman saya masih belum selesai sholat, saat sepasang remaja laki-laki juga berhenti untuk sekedar buang air. Mereka pun menghampiri si Bapak dan menanyakan kamar mandi. Seperti sebelumnya, si Bapak menjawab dengan nada dan jawaban yang sama: “Pergi, kami tidak menyediakan air untuk buang air!!” ujarnya. Dengan wajah kesal, mereka pun meninggalkan mesjid.</p>
<p><strong>Fungsi Mesjid?</strong></p>
<p><strong> </strong>Sosok bapak ini mungkin memang mengesalkan. Tapi tentunya tidak bijak jika kita buru-buru marah kepada si Bapak. Tidak dapat kita pungkiri, dalam perjalanan kita sering hanya singgah ke mesjid untuk sekedar buang air ataupun cuci muka. Mungkin inilah yang menjadi sumber kekesalan si Bapak: Mesjid bukan WC umum.</p>
<p>Dibalik itu semua, Bapak tersebut mungkin memang bukan orang yang bijak juga. Menurut sepengetahun saya, Mesjid adalah rumah tuhan dan milik semua umat muslim. Rasulullah pernah bersabda: “Masjid itu adalah rumah setiap orang yang bertaqwa, Allah memberi jaminan kepada orang yang menganggap masjid sebagai rumahnya, bahwa ia akan diberi ketenangan dan rahmat serta kemampuan untuk melintas shirathal mustaqim menuju keridhaan Allah, yakni syurga” (HR. Thabrani dan Bazzar dari Abu Darda ra). Layaknya rumah, tentunya tidak salah jika orang-orang beriman menggunakannya, bahkan untuk tempat cuci muka ataupun buang air.</p>
<p>Lagi pula, jawaban si bapak yang menggunakan kata “kami” tentunya sangat bertentangan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an. Allah berfirman: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah Ta`ala, maka janganlah kamu menyeru seseorang beserta-Nya.” (Q.S. Al-Jin (72):18). Selain itu, dalam sejarahnya, mesjid adalah tempat sentral kegiatan umat islam, baik dalam bentuk ibadah khusus (ritual) maupun ibadah umum (sosial). Hal-hal ini telah dicontohkan sendiri oleh Rasulullah SAW sejak di masjid Quba sampai di masjid Nabawi di Madinah.</p>
<p>Wallahualam. Jika saya yang tidak begitu mendalami ilmu agama ini berkata: “Tidak salah juga kan kalau saya buang air kecil ataupun cuci muka di Mesjid?” Orang lain boleh menjawab: “Wallahualam.”  Sebagai Muslim yang ilmunya baru setengah-setengah, tentunya pernyataan saya diatas perlu dikaji ulang. Yang jelas, kali ini saya tahu saya tidak salah menulis kalimat ini: “mohon pencerahan dari orang-orang yang berilmu”. ***</p>
<p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tayak.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tayak.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tayak.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tayak.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tayak.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tayak.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tayak.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tayak.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tayak.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tayak.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tayak.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tayak.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tayak.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tayak.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=343&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tayak.wordpress.com/2012/01/25/air-tidak-tersedia-untuk-cuci-muka-ataupun-buang-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14039153e25c3f85bca5d2e51028ad0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tayak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Gelombang Baru Faham Atheisme</title>
		<link>http://tayak.wordpress.com/2012/01/23/menghadapi-gelombang-baru-faham-atheisme/</link>
		<comments>http://tayak.wordpress.com/2012/01/23/menghadapi-gelombang-baru-faham-atheisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 04:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayak</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://tayak.wordpress.com/2012/01/23/menghadapi-gelombang-baru-faham-atheisme/</guid>
		<description><![CDATA[MENGHADAPI GELOMBANG BARU FAHAM ATHEISME Oleh: Redi Irwansyah Alexander An bisa dibilang tidak beruntung. Pasalnya, dari sekian banyak penganut atheisme di Indonesia Alexander An menjadi salah satu dari sedikit orang yang ditangkap dan dihajar massa. Disertasi Saiful Mujani berjudul  “Muslim Demokrat” yang disusun pada tahun 2001-2002 untuk menyelesaikan program Doktoralnya di Ohio State University, sebenarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=325&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">MENGHADAPI GELOMBANG BARU FAHAM ATHEISME</p>
<p align="center">Oleh: Redi Irwansyah</p>
<p>Alexander An bisa dibilang tidak beruntung. Pasalnya, dari sekian banyak penganut atheisme di Indonesia Alexander An menjadi salah satu dari sedikit orang yang ditangkap dan dihajar massa. Disertasi Saiful Mujani berjudul  “Muslim Demokrat” yang disusun pada tahun 2001-2002 untuk menyelesaikan program Doktoralnya di Ohio State University, sebenarnya menemukan paling tidak ada satu persen dari masyarakat Indonesia yang terindikasi menganut faham Atheis dan Agnostik. Sebagian besar dari mereka, menurut Mujani, lebih memilih diam dan merahasiakan faham yang  mereka anut tersebut.</p>
<p>Jika di Inggris penganut atheis dapat dengan leluasa mengkampanyekan tidak adanya tuhan dengan cara berkeliling kota menggunakan bis, di Indonesia mereka harus bersembunyi dengan rasa takut.  Penganut atheisme di Indonesia memang tidak mendapat tempat di dalam masyarakat yang menganut filosofi Pancasila. Tidak seperti di beberapa Negara lain, di Indonesia atheisme jelas merupakan faham terlarang karena tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila.</p>
<p>Diluar itu semua, Atheisme adalah sebuah <em>counter culture</em> (budaya tanding) dalam struktur masyarakat yang didominasi oleh penganut theism (istilah untuk penganut agama dan ketuhanan). Sebagai budaya baru yang muncul secara tiba-tiba di tengah-tengah dominasi agama, reaksi masyarakat tentunya negatif.  Apalagi masyarakat Indonesia dapat dikategorikan sebagai masyarakat yang masih “buta” akan faham dan teologi.</p>
<p>Masyarakat Indonesia juga cenderung fanatik dengan kepercayaan yang mereka anut. Isu-isu sosial seperti hadirnya aliran agama baru, pelecehan agama dengan media gambar maupun video, bahkan tempat-tempat hiburan, minuman keras, seks bebas, serta perzinaan menjadi Isu yang sensitif dan krusial. Beberapa kelompok yang mengatasnamakan agama tidak segan-segan melakukan tindak kekerasan terhadap kelompok lain yang mereka anggap mengganggu ketentraman agama mereka. Beberapa kelompok yang lebih berbahaya bahkan dengan sengaja dan tanpa rasa bersalah melakukan tindakan terorisme terhadap tempat-tempat yang menurut mereka tidak suci.</p>
<p>Isu ini sebenarnya tidak terbatas pada masyarakat <em>grass root</em> saja. Di Indonesia, bagi politisi isu agama menjadi isu penting. Tidak mengherankan jika akhirnya politisi daerah berkampanye dari mesjid ke mesjid sebagai penceramah. Sementara itu, politisi nasional mati-matian merangkul tokoh agama untuk dijadikan salah satu tim sukses. Begitu juga dengan para elit daerah, melalui perangkatnya mereka bahkan tidak segan-segan memanfaatkan isu agama dan melabrak semua hal yang tidak selaras dengan kepercayaan kelompok yang dominan. Hal tersebut juga dipertegas dengan lahirnya perda-perda yang menyudutkan kelompok yang didominasi. Seperti yang kita ketahui, di beberapa daerah lahir perda tentang maksiat yang didasarkan pada aturan salah satu agama.</p>
<p>Meskipun faham atheisme bukanlah barang baru, sebenarnya masih cukup mencengangkan ketika menemukan fakta bahwa saat ini bermunculan sejumlah kelompok dan individu secara terbuka berani mengklaim diri sebagai atheis atau agnostik (orang yang skeptis terhadap keberadaan Tuhan). Beberapa situs internet membuka forum untuk masyarakat penganut atheisme. Di jejaring sosial Facebook muncul grup Indonesian Atheist Society, The Indonesian Community for Agnostic, Atheist and Sceptic, Indonesian Freethinkers dan Komunitas Agnostik Republik Indonesia. Beberapa group lainnya bahkan berani menyebutkan asal anggota dari komunitasnya sendiri. Katakanlah Minang Atheis, dimana Alexander An menjadi Administratornya.</p>
<p>Hal tersebut tentunya penting dicermati karena merupakan salah satu bentuk konflik sosial terbuka yang efeknya dapat bersifat krusial terhadap kondisi  masyarakat pada umumnya. Penganut agama yang cenderung fanatik di Indonesia tentunya tidak akan tinggal diam saat Alexander An mulai “bernyanyi” tentang fahamnya. Apalagi, dengan dimunculkannya Alexander An secara besar-besaran di media memberikan akses langsung kepadanya untuk bicara secara langsung kepada masyarakat. Masalahnya, tingkat pemahaman masyarakat akan faham-faham baru masih lemah. Bisa dikatakan, masyarakat belum siap dengan teori-teori yang rumit sebagai landasan atheisme.</p>
<p>Keberanian Alexander An dalam menyatakan faham yang dianutnya secara terbuka adalah salah satu indikasi kemunculan kembali budaya tandingan atheisme. Counter Culture sendiri adalah istilah sosiologis yang digunakan untuk menggambarkan nilai-nilai dan norma-norma perilaku dari kelompok budaya, atau subkultur, yang bertentangan dengan orang-orang dari mainstream sosial (&#8220;counterculture,&#8221; Merriam-Webster&#8217;s Online Dictionary, 2008).</p>
<p>Masyarakat Indonesia jelas telah menolak faham atheism. Pada tahap ini, sebagai <em>counter culture</em>, kukuhnya pendirian Alexander An adalah  bentuk upaya mendapatkan persetujuan (<em>consent</em>) ulang, baik secara personal, komunal, maupun institusional. Persetujuan tersebut memang sangat dibutuhkan sebuah faham demi mendapatkan posisi baru dalam sebuah struktur masyarakat.  Setidaknya, Alexander An telah membuka ruang bagi masyarakat untuk mempelajari faham atheisme.</p>
<p>Sebenarnya,  Atheisme memiliki klasifikasi tersendiri. Menurut Steven D Schafersman, secara umum seorang Atheis dapat dikategorikan Atheis Praktis atau Atheis Teoritis. Bentuk-bentuk atheisme teoretis yang berbeda-beda berasal dari argumen filosofis dan dasar pemikiran yang berbeda-beda pula. Katakanlah pemikiran-pemikiran barat mulai dari Feuerbach hingga Karl Marx, dari Voltaire hingga Albert Camus, dari Freud hingga Pascal, Sartre hingga Nietzche dan sederet filsuf lain yang menyisipkan ajaran atheism dalam bidang ilmu pengetahuannya masing-masing.</p>
<p>Sebaliknya, atheisme praktis tidaklah memerlukan argumen yang spesifik. Atheis Praktis terbentuk lebih dikarenakan kekecewaan terhadap hidup dengan minimnya pengetahuan tentang agama dan ketuhanan. Secara teori, Atheis praktis adalah tahapan awal seseorang menjadi atheis kuat yang nantinya dengan berani menyatakan dihadapan publik pandangannya tentang tidak adanya tuhan seperti Alexander An.</p>
<p>Alexander An memang tidak pernah terjun ke ruang teoritis.  Tapi, tentu saja  menjadi sangat tergesa-gesa jika mengelompokkan Alexander An sebagai Atheis Praktis. Ia pastinya juga menyadari rendahnya tingkat kesiapan masyarakat luas dalam mengenal teori-teori yang dijadikan landasan Atheisme.</p>
<p>Saat ini, Alexander An bisa dikatakan sedang berjudi. Terbukanya mata masyarakat terhadap faham-faham yang bertentangan dengan filosofi hidup mereka selama ini sebenarnya dapat berpengaruh positif terhadap penguatan identitas. Penolakan secara bersama-sama secara tidak langsung membangkitkan pertahanan melalui fanatisme.</p>
<p>Namun, pada era globalisasi informasi, masyarakat dengan karakter seperti ini tentu sangat rentan terpengaruh oleh faham-faham baru yang telah sejak lama berkembang. Tidak dapat dipungkiri, saat ini tidak semua masyarakat mengenal istilah atheis. Sebagai faham terlarang, jumlah masyarakat yang memahami seluk beluk dan jenis pemikiran atheisme juga hanya dapat dihitung dengan jari. disinilah perlunya konfrontasi terbuka terhadap faham-faham tersebut.</p>
<p>Selain identitas yang kuat, masyarakat yang melek faham tentunya memiliki daya tahan yang lebih terhadap datangnya faham-faham baru. Dalam proses penanganan Alexander An, demi tujuan penguatan identitas masyarakat untuk menghadapi gelombang faham kedepanya, penelusuran pemikiran Alexander An tentunya akan sangat efektif. Oleh karenanya, diperlukan orang-orang dengan pemahaman filsafat dan agama yang mumpuni untuk mengkonfrontir An.</p>
<p>Tindakan kepala daerah kabupaten Dharmasraya yang mengusakan “pencerahan” terhadap An tentunya tidak akan membuahkan hasil. Kata “pencerahan” tidak berlaku bagi orang-orang seperti Alexander An yang mampu memilih meloncati pagar ideologi sebuah negara.</p>
<p>Masyarakat tahu, Alexander An tidak sendiri. Group Minang Atheis saja memiliki seribu lebih anggota yang tersebar. Penyebarannya juga cukup cepat, mobilitas dan keberadaannya juga sulit dilacak, karena memang menggunakan jaringan internet. Oleh karenanya, hal terpenting yang harus diupayakan adalah pembekalan masyarakat dengan segala pengetahuan tentang aliran yang bertentangan dengan filosofi yang telah menjadi identitas mereka selama ini. Masyarakat dominan tentu berharap para elit kembali memainkan perannya: konfrontasi pemikiran secara terbuka dengan faham ini perlu dilakukan. Sebab, masyarakat tidak perlu segan menggiring masalah ini ke ranah akademis, demi menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, terbuka dengan identitas yang kuat.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tayak.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tayak.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tayak.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tayak.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tayak.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tayak.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tayak.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tayak.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tayak.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tayak.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tayak.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tayak.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tayak.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tayak.wordpress.com/325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=325&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tayak.wordpress.com/2012/01/23/menghadapi-gelombang-baru-faham-atheisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14039153e25c3f85bca5d2e51028ad0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tayak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa di Kotamu Ada Bioskop?</title>
		<link>http://tayak.wordpress.com/2012/01/10/apa-di-kotamu-ada-bioskop/</link>
		<comments>http://tayak.wordpress.com/2012/01/10/apa-di-kotamu-ada-bioskop/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 20:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayak</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[mendaki gunung]]></category>
		<category><![CDATA[prosa]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rumah gadang]]></category>
		<category><![CDATA[rumput]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[singgalang]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>
		<category><![CDATA[tayak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tayak.wordpress.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[“sesampainya di laut, kuceritakan semuanya” tapi kau tidak pernah menceritakan semuanya, El. Di kerongkonganmu ada rumah gadang, berhala, lampu kota dan magnum. Aku hanya ingin mencurimu dari mereka, untuk kukantongi, dan kunikahi , di bioskop. “masih lamakah?”, tanyamu. Dan gigi-gigi mengatup. kebanyakan Jurnalis memang begitu, El. Arwah mereka meletup, berputus asa. Sengaja, mungkin. Menyerah pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=317&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“sesampainya di laut, kuceritakan semuanya”</p>
<p>tapi kau tidak pernah menceritakan semuanya, El. Di kerongkonganmu ada rumah gadang, berhala, lampu kota dan magnum. Aku hanya ingin mencurimu dari mereka, untuk kukantongi, dan kunikahi , di bioskop.</p>
<p>“masih lamakah?”, tanyamu. Dan gigi-gigi mengatup.</p>
<p>kebanyakan Jurnalis memang begitu, El. Arwah mereka meletup, berputus asa. Sengaja, mungkin. Menyerah pada kejadian dan kecurangan. Maka tolonglah berhentilah bernyanyi; karena hari-hari selalu kembali, seperti di bulan Januari. Seperti di bulan januari, aku kembali menginginkanmu. Dan dengan sesederhana itu : engkau melamarku.</p>
<p>“mungkin tuhan mulai bosan?”</p>
<p>Engkaulah tuhan. Dan aku tetap saja mencuci kaus kaki, El. Persiapan untuk bertemu gerombolan penjahat, calo calon, tanah ulayat dan janin. Untuk itu, tolonglah menjauh, untuk kuperistri nanti, atau mati, di bioskop, sebagai tuhan.</p>
<p>“aku tidak percaya , apa buktimu”, katamu. Dan gelombang tiba-tiba pasang. Merah Padam: dari senyummu yang terlalu simpul</p>
<p>Memang, Kebanyakan penyair begitu, El. Kaki-kaki berapi, yang membakar. Sengaja atau tidak, mereka mencintai kebenaran. Dan membenarkan. Maka tolonglah berhenti tersenyum; karena di matamu; singgalang runtuh, menjadi air, yang kau bawa di lengan. Dan karena penyair memilih sendiri tuhannya, aku memilihmu.</p>
<p>Percayalah, aku masih ingin mendaki gunung, El, kebenaran pada salah satu sudut kotamu. Justru karena rumput tidak lagi bergoyang, El : “alam mulai enggan bersahabat”</p>
<br />Filed under: <a href='http://tayak.wordpress.com/category/sajak/'>sajak</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tayak.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tayak.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tayak.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tayak.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tayak.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tayak.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tayak.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tayak.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tayak.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tayak.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tayak.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tayak.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tayak.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tayak.wordpress.com/317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=317&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tayak.wordpress.com/2012/01/10/apa-di-kotamu-ada-bioskop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14039153e25c3f85bca5d2e51028ad0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tayak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pergeseran Motif Kegiatan Jurnalisme Investigasi</title>
		<link>http://tayak.wordpress.com/2012/01/06/pergeseran-motif-kegiatan-jurnalisme-investigasi/</link>
		<comments>http://tayak.wordpress.com/2012/01/06/pergeseran-motif-kegiatan-jurnalisme-investigasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 19:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayak</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://tayak.wordpress.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Redi Irwansyah Pada pertengahan  tahun 2011 sebagian besar elit dunia sempat dikejutkan oleh Wikileaks, yang dalam laporannya mengungkap bobrok-bobrok besar di berbagai belahan dunia. Laporan tersebut kemudian di Follow up oleh beberapa media. Alhasil, tim kecil yang berisi pribadi-pribadi luar biasa ini kemudian di uber-uber banyak negara karena dianggap dapat mengacaukan stabilitas internasional. Begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=310&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Redi Irwansyah</p>
<p><strong>Pada</strong> pertengahan  tahun 2011 sebagian besar elit dunia sempat dikejutkan oleh Wikileaks, yang dalam laporannya mengungkap bobrok-bobrok besar di berbagai belahan dunia. Laporan tersebut kemudian di Follow up oleh beberapa media. Alhasil, tim kecil yang berisi pribadi-pribadi luar biasa ini kemudian di uber-uber banyak negara karena dianggap dapat mengacaukan stabilitas internasional.</p>
<p>Begitu juga yang dialami David Graham Philip, yang menulis laporan berseri The Treason of the Senate (kecurangan di Senat). Ia harus menyaksikan langsung kemarahan Presiden Amerika Serikat saat itu, Theodore Rosevelt (S. Santana. <em>Jurnalisme Investigasi</em>. Yayasan Obor Indonesia. 2003).</p>
<p>Catatan awal reportase investigasi disebut-sebut terbit pada Tahun 1960. Benjamin Harris menerbitkan laporan yang berjudul Public Occurrences, Both Foreign and Domestic (kejadian Umum yang berlangsung di luar dan dalam negeri). Surat kabarnya kemudian ditutup oleh pemerintah Amerika. Laporan Benjamin Harris tersebut kemudian dianggap sebagai laporan investigasi pertama meskipun jauh sebelumnya, pada tahun 1721, James Franklin harus meringkuk di penjara, karena reportasenya dianggap sembarangan.</p>
<p><em> </em>Di Indonesia, juga sudah banyak reporter yang harus meringkuk di dalam penjara saat mencoba lebih jauh mengorek informasi dan menerbitkannya. Beberapa media bahkan di bredel. Pada zaman Soeharto, Indonesia Raya yang mengungkap kebobrokan dan korupsi di Pertamina yang melibatkan Soeharto dan Ibnu Sutowo akhirnya ditutup. Begitu juga TEMPO, yang mencoba menulis secara lengkap soal skandal pembelian kapal perang bekas armada Jerman Timur, yang melibatkan Menteri Riset dan Teknologi, waktu itu B.J. Habibie dengan Soeharto dan Liem Soei Liong.</p>
<p>Gunawan Moehammad, mantan pimpinan redaksi Majalah Tempo bahkan memutuskan berhenti sebagai Pimpinan Redaksi dan menghentikan produksi <em>investigative reporting</em> setelah menuai berbagai masalah. Beliau kemudian dituding banyak pihak berhenti menjadi seorang jurnalis sejak saat itu.</p>
<p><em>Investigate</em> (English) sendiri terdiri atas dua penggalan kata. Yaitu Invest dan Gate. Harfiahnya, Investigasi bisa didefinisikan dengan: mengeluarkan sumber daya untuk mendapatkan sesuatu (Invest) yang disembunyikan dari orang lain (Gate/Skandal). Tujuannya sendiri cukup jelas, untuk mengungkap hal-hal yang sangat krusial dan sengaja tidak dimunculkan. Lumrah,  jika akhirnya investigasi sendiri akhirnya harus berdekatan, bahkan berdekapan dengan hal-hal berbau tabu dan bahaya.</p>
<p><strong>Pergeseran Motif</strong></p>
<p>Setelah reformasi dan diluncurkannya UU No. 40 Th 1999 tentang Pers, Pers seperti mendapatkan nafas baru. Kemudahan prosedur penerbitan media menjadi alasan bermunculannya berbagai media di Indonesia. Media-media yang mengkhususkan diri menyediakan laporan investigatif pun mendominasi. Banyaknya media khusus investigasi ini kembali membuka harapan akan Indonesia yang jauh lebih baik. Meskipun, pasca penerapan UU 40 Th 1999 tersebut, kualitas seorang jurnalis justru menjadi masalah tersendiri. Uji kompetensi tentunya tidak dapat dilakukan secara menyeluruh.</p>
<p>Rasanya cukup logis mengatakan bahwa kemampuan seorang jurnalis dalam mengungkapkan fakta kecurangan-kecurangan yang terjadi, baik di lingkup birokrasi hingga kejadian-kejadian yang berkembang di tengah masyarakat berbeda satu sama lain. Begitu juga motif yang digunakan. Seorang jurnalis mungkin saja menyajikan laporannya dengan harapan dapat menciptakan keadaan yang lebih baik dalam masyarakatnya. Meskipun tidak dapat dipungkiri, ada juga jurnalis yang sengaja membuat laporan investigasi untuk menembus tingkatan karier yang lebih baik.</p>
<p>Hegemoni media-media besar yang biasanya terbit secara harian menciptakan <em>Demonstrasion Effect</em>(kecenderungan untuk meniru) khas kapitalisme di setiap insan Pers hingga calon jurnalis. Media-media Investigasi yang tidak begitu terkenal namun aktif menyajikan laporan investigasi baik mingguan maupun bulanan tidak lagi menjadi target cita-cita tempat kerja bagi kebanyakan mahasiswa jurnalistik. Tingkat gaji yang lebih tinggi dan kebanggaan bekerja di media-media harian lokal maupun nasional akhirnya menjadi alasan-alasan mereka berkarya.</p>
<p>Dilain pihak, besarnya sumberdaya yang harus dikeluarkan dalam menghasilkan laporan investigasi membuat kebanyakan jurnalis akhirnya memilih hanya melakukan tugas-tugas resmi semisal menghadiri pertemuan dewan kota, DPR atau pertemuan lainnya. Mereka mencatat atau merekam pertemuan, kemudian menyelesaikan berita sebelum deadline (tenggat) untuk kemudian memperoleh amplop.</p>
<p>Jurnalis seperti ini jelas tidak mampu menjadi investigator, karena mengikuti agenda pihak lain, ia tidak memiliki tujuan tersendiri dan tidak begitu peduli dengan efek dari publikasi beritanya. Ia enggan memikirkan fungsi, tujuan maupun nilai-nilai jurnalisme. Ia gagal menangkap pembicaraan pribadi diantara anggota dewan kota, stafnya dan interes grup. Ia tidak menelaah  kontak-kontrak atau membuka dokumen rahasia lain yang potensial. Jurnalis seperti ini lebih banyak berlaku seperti pengeras suara dibandingkan reporter atau penulis.</p>
<p><strong>Macetnya Jurnalisme Investigatif</strong></p>
<p>Meninggalkan nilai-nilai etika dan moral demi mengamankan sejumlah materi memang terjadi hampir di setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali jurnalisme di Sumatera Barat. Dengan sedikitnya investigator yang tersisa, masih ada saja yang bahkan membuat laporan untuk keuntungan pribadi dengan menjual data dan fakta. Akhirnya, aspek moral, yang menurut Mencher (Melvin Mencher, <em>News Reporting and Writing</em>, Brown &amp; benchmanrk Publishers,1997) merupakan pemicu utama bagi para jurnalis dalam melakukan peliputan investigasi,  tidak mampu memacu gairah produksi laporan investigasi.</p>
<p>Selain itu, beberapa media kecil di Sumatera Barat yang masih berusaha untuk tetap eksis ternyata sama sekali tidak memberikan kompensasi yang cukup bagi jurnalis-jurnalisnya. Tanpa gaji yang cukup, akhirnya jurnalis-jurnalis yang kurang sejahtera ini, terkungkung dalam iklim amplop yang menggila. Dihujani amplop dari para pejabat, jurnalis-jurnalis ini memenuhi kebutuhan ekonominya sendiri.  Amplop yang lebih lebar bahkan bisa didapat jika jurnalis ini memiliki data dan bukti kecurangan pejabat pemberi amplop.</p>
<p>Sumatera Barat sebenarnya memiliki media-media Investigasi yang cukup punya kompetensi dan sudah berkiprah sudah cukup lama. Saat ini masih terbit koran-koran mingguan seperti Jejak News, Bakinnews, Investigasi dan Binnews yang sejak awal berdirinya mengkhususkan diri menyajikan laporan investigasi. Koran-koran ini pada kenyataannya tidak begitu dikenal oleh masyarakat luas. Dengan oplah yang terbatas akhirnya laporan-laporan mereka hanya dibaca oleh segelintir orang yang memiliki kepentingan saja. Dengan minimnya pembaca, tujuan dari penyajian laporan investigasi pun akhirnya sulit untuk dicapai.</p>
<p>Media harian di Sumatera Barat yang notabene-nya memiliki pembaca yang lebih banyak, juga menyajikan beberapa laporan investigasi, meskipun tidak begitu mendalam-karena memang bukan merupakan bidang khususnya.</p>
<p>Meskipun sebenarnya mampu menghasilkan laporan investigasi yang bernilai, wartawan harian yang jumlahnya terbatas ini dibebani berita setiap harinya. Mereka tidak memiliki waktu tenggat yang cukup untuk melakukan <em>paper &amp; people trails</em>. Tidak ada narasumber dan saksi kunci baru yang berhasil ditemukan, tidak ada dokumen dan catatan publik yang diteliti dan dianalisa. Laporan dibuat berbahankan catatan-catatan yang dibuat sendiri sebagai hasil wawancara dengan pihak berwenang.  Penetrasi dan Inovasi dalam berwawancara dan penulisan berita juga masih terlalu minim karena berbenturan dengan kebijakan jumlah halaman dan arah kepentingan berita pada tiap media. Alhasil, banyak media harian gagal menghasilkan laporan investigasi yang berkualitas.</p>
<p>LSM sebagai Investigator dan mitra utama penyedia informasi bagi para jurnalis juga mengalami hal yang hampir serupa. Tindakan penyelidikan yang dilakukan secara swadaya oleh intelijen mereka,  hingga data-data laporan yang diperoleh,  tidak mendapat kesempatan publikasi yang lebih luas &#8211; karena dikalahkan space iklan.</p>
<p>Selain itu, menurut Ellizabeth Fuller Collins dalam bukunya “Indonesian Betrayed” yang diterbitkan  University of Hawai’i Press pada tahun 2007, LSM di Indonesia cenderung menggunakan hasil penyelidikan untuk menutupi biaya yang dikeluarkan dan mendapatkan keuntungan pribadi.  Pada Bab yang berjudul “LSM: Mana Lokak Saya?- Negara dan Korupsi”, Ellizabeth menceritakan secara terbuka tindak-tanduk tidak benar dari beberapa LSM di Indonesia, khususnya Sumatera Selatan. Apa yang terjadi di Sumatera Selatan juga tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Sumatera Barat. “Bagi-bagi jatah” menjadi hal yang lumrah. Dan bukan tidak mungkin dapat dibuktikan secara langsung.</p>
<p>Kemudian, rasanya tidak terlalu berlebihan juga jika penulis mengatakan bahwa di Sumatera Barat, cita-cita untuk menciptakan <em>good governance</em> dan <em>social goodness</em> masih terlalu jauh.  Disamping masyarakatnya yang memang belum cukup mampu menyadari pentingnya memperjuangkan hak-hak mereka serta tumpulnya penegak hukum, pers sebagai alat kontrol sosial juga dinilai masih gagal memainkan fungsinya. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tayak.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tayak.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tayak.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tayak.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tayak.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tayak.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tayak.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tayak.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tayak.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tayak.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tayak.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tayak.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tayak.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tayak.wordpress.com/310/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=310&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tayak.wordpress.com/2012/01/06/pergeseran-motif-kegiatan-jurnalisme-investigasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14039153e25c3f85bca5d2e51028ad0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tayak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAU LARANG MEROKOK</title>
		<link>http://tayak.wordpress.com/2010/12/18/kau-larang-merokok/</link>
		<comments>http://tayak.wordpress.com/2010/12/18/kau-larang-merokok/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Dec 2010 06:47:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayak</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tayak.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[(1) El, setelah peluru yang kukirim nyasar ke dadamu aku adalah rumah hantu abu-abu (kau masuki ragu-ragu).  Dengan penuh curiga,  segera saja kau lepas jahitan di kepala dan di tetek bandara; kau lepas rindumu di udara. Segala yang kini kau kira percuma dan sia-sia, kau gubah jadi kata sederhana; “complicated”, katamu. Di balik kulit, aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=299&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(1) El, setelah peluru yang kukirim nyasar ke dadamu aku adalah rumah hantu abu-abu (kau masuki ragu-ragu).  Dengan penuh curiga,  segera saja kau lepas jahitan di kepala dan di tetek bandara; kau lepas rindumu di udara.</p>
<p>Segala yang kini kau kira percuma dan sia-sia, kau gubah jadi kata sederhana; “complicated”, katamu. Di balik kulit, aku terpaksa membisu, meringkuk di lubuk, untuk kemudian membusuk seirama letupan gulungan kertas sumbu; akulah pembunuh kekarmu yang angker</p>
<p><em>(MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER)</em></p>
<p>(2) El, kita telah di<em>asin</em>-asingkan kiamat; pada dendang garang kata <em>tamat</em>.  Irisan batok kepalaku telah mencekikmu. Kau yang telah mampu berhitung, kini menabung garam; dimatamu, dan mataku.</p>
<p>Siksa untukmu yang kuselipkan di lobang gigiku telah kumuntahkan; setajam serapah (kontroversi tanpa akar masalah, kontradiksi dari aku yang pernah gemar bersumpah)</p>
<p>Aku mencumbu rasa sakitmu; kematian dariku yang tidak butuh aba-aba (bahkan jejatuhan batu bata). Kau meringkuk terhimpit bangunan. Sebab ketika kata-kata tumpah ditubuh sebagai musuh; duniamu sontak luruh, runtuh. Padaku kata-kata masih pandai bicara: terimakasih kurir kosong delapan lima dua “we has been delivered,  fastly and absolutely safetly”. Dan cermin serta kaca-kacaku pecah; Pesawat tempur terbang rendah.</p>
<p><em> (MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN  JANTUNG)</em></p>
<p>(3) Penyair yang lapar telah kehabisan <em>sajak </em>berkelamin rayu, El. kumohon kau menyerah tak bersyarat ke rumah makanku.</p>
<p><em>(MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN IMPOTENSI)</em></p>
<p>(4) Pada satu episode,  El, aku pernah bermimpi melukis satu telur asin pemenang lomba; lomba yang berhadiah utama senyawa keras wajahmu, gemetar bibirku. Tapi jutaan telur asin dari tokoku mungkin tak akan pernah kau temui di meja kerjamu. Sebab kini kau dirasuki radiasi, dilarikan oleh kata-kata dan enggan kembali. empat roda yang kukirim dari kurir kosong delapan lima dua telah mencuri jabang bayi. Keparat yang telah menggali kubur bagi telur asinku pantas sengsara (aku yang mengerut.</p>
<p>Sekarang katakan!,  tetap masih belum kau bacakah sesalku?.</p>
<p>Dan dari sesal yang bebal, untukmu pernah kuurai setampuk rayu; “hapus saja El, toh, ia hanya sejumput kata akhir yang mesra”. Dan kau belai seonggok batu; “padamu memang segampang lupakan nomer telpon sedot tinja” (garam pandai menyair di matamu, dan dengan diam-diam cegukan sajaknya mengintaiku)</p>
<p><em>(MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN)</em></p>
<p><strong><em>Padang, 2010</em></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://tayak.wordpress.com/category/sajak/'>sajak</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tayak.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tayak.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tayak.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tayak.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tayak.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tayak.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tayak.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tayak.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tayak.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tayak.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tayak.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tayak.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tayak.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tayak.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=299&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tayak.wordpress.com/2010/12/18/kau-larang-merokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14039153e25c3f85bca5d2e51028ad0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tayak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>One Day for Holly Package</title>
		<link>http://tayak.wordpress.com/2010/05/12/one-day-for-holly-package/</link>
		<comments>http://tayak.wordpress.com/2010/05/12/one-day-for-holly-package/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 16:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayak</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[prosa]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tayak.wordpress.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[1. #Parade-Parade Jemu Kita akan sering bertemu untuk saling menjamu, sayang. Gugurnya kandunganmu dan khianat calon ibu: untuk anak-anak yang sempat kita kira tak jadi lahir melalui rahimmu. lalu Kita akan saling jemu, sayang……kata “melulu” mengantar peluru ke rusukmu. dan kita bersetuju berjalan dengan tumit, demi sepatu plastik yang rumit di bahumu. Demi pekat nikotin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=291&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. </strong><strong>#Parade-Parade Jemu</strong></p>
<p>Kita akan sering bertemu untuk saling menjamu, sayang. Gugurnya kandunganmu dan khianat calon ibu: untuk anak-anak yang sempat kita kira tak jadi lahir melalui rahimmu. lalu Kita akan saling jemu, sayang……kata “melulu” mengantar peluru ke rusukmu. dan kita bersetuju berjalan dengan tumit, demi sepatu plastik yang rumit di bahumu. Demi pekat nikotin di darahku.</p>
<p>Ketahuilah, suatu hari engkau akan menggigau atas namaku (dengan cara-cara palsu), akupun begitu: menelanjagi dosamu. Dan kita saling terbakar dan membakar dengan lidah kita yang tiba-tiba bara : tumbuh api.</p>
<p>Tapi aku masih dan tetap akan menolak dikalahkan dengan buru-buru, sayang.. setahuku, jemu tak pernah menemu tuju,..dan tak pernah cukup segitu</p>
<p>Bagiku ini begitu lucu, sayang….jerit rindu burung hantu,,jerat yang kujelaskan sebelum  kita memilih bosan dan saling meninggalkan (dengan ini, kuharap engkau tertahan)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong># Parade-Parade Ngilu</strong></p>
<p>Kulantun Rindu Padamu yang bersetia dengan khianat</p>
<p>(Penikmat dendang tamat)</p>
<p>Pagi, bidadari, permaisuri, tak salah lagi kau suami-istri</p>
<p>Dan anak baik gugur merinding sebagai peri dengan langkah patah-patah tanpa gigi.</p>
<p>Aku Bocah bodoh yang tak rela berbagi,  menyenyumimu, minimal sekali pada setiap pagi.</p>
<p>Mengagumimu memang tak kenal mending: terhantam selamanya, atau memutuskan menyiksa</p>
<p>Jika sekiranya senyum saja cukup; demi wangi kaki kusumpahi tuhanmu atas nikmatnya yang cacat</p>
<p>(aku masih sekarat membayangkan bias keparat itu mendarat tepat).</p>
<p>Telah Begitupun, masih tak sempat sendat Margin Volume dan Frekuensi ,  karena dada kesatria tak berkarat , tak bersekat</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>(dan untuk itu Berdosalah tuhanmu padaku)</p>
<p><strong>3. </strong><strong>#Parade-Parade Ungu (Derap Sisa Gugur Sepatu)</strong></p>
<p>Pernah, anda dengar telinga saya sejenis kelamin betina. Pada anda, Ia adalah anak dari Serayu dan rumpun ragu-ragu. Anda bercerita “derita ungu sungai” lengkap serta dengan segala hulunya. Cerita itu, yang mestinya saya baca “derap sisa gugur sepatu”. sebelumnya saya sempat lupa dan memalsu diri pada anda</p>
<p>Maka saya tebus dosa, saya karang sebaris lagu, nostalgia, hilangnya gagah perkasa: tentang jumawa diri anda. <em>Tentang anda yang membangun pusara, dan tak pernah meninggalkannya. meski tak sempat remukkan kepala…</em></p>
<p>Pernah, saya meninggalkan dan menolak singgah, menyetubuhi istirah dengan lelah. saya yang dihancurkan dan menghancurkan peradaban, saya yang dikenang dan mengenang.</p>
<p>Dan tahu apa anda tentang ketragisan?!, <em>Tentang saya yang pernah memenggal kepala, dan memisahkannya jauh dari jantung kota…</em></p>
<p>Setelahnya, masihkah seakan dengan tindak tanpa dosa anda lontar Tanya?. Ketahuilah sayang, Saya tak pernah menjujuri luka apa saja, kecuali pada sebuah toga bikinan orang tua dan jenis ketulusan terhadap bahagia anda.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>#Parade-Parade Gugur Sepatu</strong></p>
<p>Kau gugurkan sepatuku; karena demimu tak kubiarkan batu tetap batu (Sejarah yang ditata berdarah)</p>
<p>Tak lama kuintip gugur Sepatumu; demi ibu, kakakmu telah memecah batu, dan kau menangisi bertubi; meski tanpa maksud khianati. (Sejarah yang ditata bernanah)</p>
<p>Dan memang, Bajingan kecil seperti kita lantas pantas sengsara; demi sepatu yang telah menanak luka di payudara; kita saling berpura.</p>
<p><strong>5. </strong><strong>#Parade-Parade Janji Palsu</strong></p>
<p>Jangan beri mandat</p>
<p>Atau laknat</p>
<p>Pada keparat</p>
<p>Karena Ia justru hebat</p>
<p>Ketika berbau lumut</p>
<p>Dan diasin-asingkan</p>
<p>Kiamat</p>
<p><strong>6. #Parade-Parade Lemari Buku</strong></p>
<p><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;dariku: PraLemariMu</strong></p>
<p>“Pustakaku tak berkaca, sayang. Tidak seperti layang-layangku yang dengan mudah menembus keningmu</p>
<p>Didalam Pustakaku Ada Sebuah lemari buku, dan kita sama-sama tau: didalamnya telah tersedia yang tak boleh dibaca bahkan olehku-olehmu”</p>
<p><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;darimu: LemariKu</strong></p>
<p>“Tempelkan kaca. Aku ingin menembus keningmu dengan mudah, memasuki awan rendah</p>
<p>Dan Jika kau lelah, kubacakan sesuatu dari lemari tak berpenghuni tepat sebelum kau kukhianati”</p>
<p><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;IsiLemariKu</strong></p>
<p>“TAMAT”</p>
<br />Filed under: <a href='http://tayak.wordpress.com/category/sajak/'>sajak</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tayak.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tayak.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tayak.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tayak.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tayak.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tayak.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tayak.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tayak.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tayak.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tayak.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tayak.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tayak.wordpress.com/291/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tayak.wordpress.com/291/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tayak.wordpress.com/291/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=291&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tayak.wordpress.com/2010/05/12/one-day-for-holly-package/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14039153e25c3f85bca5d2e51028ad0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tayak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>seorang ibuku: kudap lah cinta</title>
		<link>http://tayak.wordpress.com/2010/01/17/seorang-ibuku-kudap-lah-cinta/</link>
		<comments>http://tayak.wordpress.com/2010/01/17/seorang-ibuku-kudap-lah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 22:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayak</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[prosa]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tayak.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[yang tersisa dari panen terakhir adalah sekat-sekat pematang dan lelaki jalang. mungkin kau masih ingat saat kau bilang: &#8220;wah, memangnya setelahku ada berapa??&#8221;: saat itu ada lidah yang membuatku tiba-tiba menjadi kotoran dengan wangi kau suka. dengan izinnya maka kukunyah putingmu, kupaksa air susu keluar ke dunia masa-masa yang sukar. wahai keparat yang lengah, tolonglah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=281&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>yang tersisa dari panen terakhir adalah sekat-sekat pematang dan lelaki jalang. mungkin kau masih ingat saat kau bilang: &#8220;wah, memangnya setelahku ada berapa??&#8221;: saat itu ada lidah yang membuatku tiba-tiba menjadi kotoran dengan wangi kau suka. dengan izinnya maka kukunyah putingmu, kupaksa air susu keluar ke dunia masa-masa yang sukar. wahai keparat yang lengah, tolonglah menjadi seorang ibuku!!!</p>
<p>disemak belukar kita akan temukan sepasang cincin kawin. satu untukmu, lainnya untukku, masing-masing kita dapat satu. sedang untuk ibuku? ya, dilehernya kulilitkan tali sepatu. sejarah perjalanan panjangku dan lentik bekas gigitmu dibahuku. dirinya, tanpa seremoni kita akan menjadi suami istri. dirimu, kutanda-tangani surat kuasa dari &#8220;secantik seorang ibuku&#8221;.</p>
<p>maka kitalah suami istri, tanpa mas kawin dan surat berbentuk buku dari mantri. ya, rumah tangga kaumodali dengkul dan seorang ibuku yang suci. tanpa cangkul lalu kita berproduksi :siang-malam hingga pagi..</p>
<p><a href="http://tayak.files.wordpress.com/2010/01/liliput_on_earth_by_tayak.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-283" title="liliput_on_earth_by_tayak" src="http://tayak.files.wordpress.com/2010/01/liliput_on_earth_by_tayak.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<br />Posted in sajak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tayak.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tayak.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tayak.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tayak.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tayak.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tayak.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tayak.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tayak.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tayak.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tayak.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tayak.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tayak.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tayak.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tayak.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=281&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tayak.wordpress.com/2010/01/17/seorang-ibuku-kudap-lah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14039153e25c3f85bca5d2e51028ad0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tayak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tayak.files.wordpress.com/2010/01/liliput_on_earth_by_tayak.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">liliput_on_earth_by_tayak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>dia: cintanya padanya</title>
		<link>http://tayak.wordpress.com/2009/08/03/dia-cintanya-padanya/</link>
		<comments>http://tayak.wordpress.com/2009/08/03/dia-cintanya-padanya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 19:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayak</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tayak.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[sederhana saja: dia adalah pemuas nafsunya pemilik nadi dari cinta pertamanya ialah pengagum denyut jazz dibalut techno kesukaannya seperti lilin yang beku ketika kehilangan panasnya; ia menjemur airmata berharap tuntas dan meranggas segala gerus di puncak kudus lembahnya. Posted in sajak<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=222&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://tayak.files.wordpress.com/2009/08/mirror_by_i_riya.jpg?w=87&#038;h=300" alt="mirror_by_i_Riya" title="mirror_by_i_Riya" width="87" height="300" class="alignright size-medium wp-image-255" /></p>
<p>sederhana saja:<br />
dia adalah pemuas nafsunya<br />
pemilik nadi dari cinta pertamanya</p>
<p>ialah pengagum denyut jazz dibalut techno<br />
kesukaannya </p>
<p>seperti lilin yang beku<br />
ketika kehilangan panasnya;<br />
ia menjemur airmata<br />
berharap tuntas<br />
dan meranggas<br />
segala gerus<br />
di puncak kudus </p>
<p>lembahnya.</p>
<br />Posted in sajak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tayak.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tayak.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tayak.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tayak.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tayak.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tayak.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tayak.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tayak.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tayak.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tayak.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tayak.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tayak.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tayak.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tayak.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=222&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tayak.wordpress.com/2009/08/03/dia-cintanya-padanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14039153e25c3f85bca5d2e51028ad0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tayak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tayak.files.wordpress.com/2009/08/mirror_by_i_riya.jpg?w=87" medium="image">
			<media:title type="html">mirror_by_i_Riya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sakramen bunuh diri</title>
		<link>http://tayak.wordpress.com/2009/07/02/sakramen-bunuh-diri/</link>
		<comments>http://tayak.wordpress.com/2009/07/02/sakramen-bunuh-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 16:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayak</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[prosa]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tayak.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[[puisimu: Tidak ada seorangpun yang mampu menafsirkan ia kedalam sajak apapun, remuk menghancurkan sisa-sisa bunga: didadamu. Dan dia akan membunuh seperti langkah patah-patah yang terus mengerangi bayangan, seperti kuburan, seperti  gatal ulat bulu, seperti indah matamu; Sesosok masa lalu.] kasur dengan pesingnya akan kita jemur dipelukan hangat matahari. Diatasnya Kita telah setuju untuk tinggalkan sedikit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=241&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[puisimu: Tidak ada seorangpun yang mampu menafsirkan ia kedalam sajak apapun, remuk menghancurkan sisa-sisa bunga: didadamu. Dan dia akan membunuh seperti langkah patah-patah yang terus mengerangi bayangan, seperti kuburan, seperti  gatal ulat bulu, seperti indah matamu; Sesosok masa lalu.]</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-242" title="Suicide_by_durkheim" src="http://tayak.files.wordpress.com/2009/07/suicide_by_durkheim.jpg?w=500" alt="Suicide_by_durkheim"   /></p>
<p>kasur dengan pesingnya akan kita jemur dipelukan hangat matahari. Diatasnya Kita telah setuju untuk tinggalkan sedikit noda darah. Yah, hanya sebagai  pendamping kapuk dan pesing, seperti tiga arah yang rumit; sepeluk, semabuk, sekantuk. Seperti tiga kakiku; dikiri, dikanan, disenapan. Seperti hidupmu; menghancurkan, meninggalkan, mengenangkan</p>
<p>kau tahu?Sajakku telah menggerayangi derita pada pulau-pulau, desa-desa, janda-janda, senjata-senjata, marga-marga. Tapi  hanya satu yang bersatu dalam satu luruh: bukan seberapa banyak tubuh runtuh, bukan seberapa tinggi menara jatuh. Untuk luruh terhebat, Bukankah rugi jika tidak Kau putuskan ini sebagai waktu yang tepat untuk bersemedi, atau mati.</p>
<p>Engkau akan baca sajakku seperti kaca saat Kita akan membelah nadi.  Kita terlihat seakan-akan menghukum mati sekelompok prajurit yang lupa cara membela diri; tapi jangan takut! ,Negara tak peduli berapa mati di tanah pertiwi, tak peduli berapa sapi membajak kuburan sendiri!</p>
<br />Posted in sajak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tayak.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tayak.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tayak.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tayak.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tayak.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tayak.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tayak.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tayak.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tayak.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tayak.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tayak.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tayak.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tayak.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tayak.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=241&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tayak.wordpress.com/2009/07/02/sakramen-bunuh-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14039153e25c3f85bca5d2e51028ad0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tayak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tayak.files.wordpress.com/2009/07/suicide_by_durkheim.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Suicide_by_durkheim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelip kelap kulit kelammu</title>
		<link>http://tayak.wordpress.com/2009/06/14/kelip-kelap-kulit-kelammu/</link>
		<comments>http://tayak.wordpress.com/2009/06/14/kelip-kelap-kulit-kelammu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 21:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayak</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tayak.wordpress.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[akhirnya kutemukan dalam keterbakaran punggungku yang kemarin: sumber cahaya mengutuk kulitku, Irama jazz, kutelan sebagai sebulir es , mengeliat dari muntahan kucing bulan lalu, es yang membekukan persendian dari bus terakhir yang menuju perhentianku.Maka maaf, Puisi pertama yang kesepian bersamamu kubawa kembali untuk kuhantar kerumah-singgah. Dirumah singgah ia akan segera melupakan: Tak baka darah, Tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=234&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>akhirnya kutemukan dalam keterbakaran punggungku yang kemarin: sumber cahaya mengutuk kulitku,</p>
<p>Irama jazz,  kutelan sebagai sebulir es , mengeliat dari muntahan kucing bulan lalu,  es yang membekukan persendian dari bus terakhir yang menuju perhentianku.Maka maaf, Puisi pertama yang kesepian bersamamu  kubawa kembali untuk kuhantar kerumah-singgah.<br />
Dirumah singgah ia akan segera melupakan: Tak baka darah, Tak mewujud jerit kulit<br />
(lahirlah puisi-puisi muda!!hinggap dipangkuanku!!)</p>
<br />Posted in 1  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tayak.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tayak.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tayak.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tayak.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tayak.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tayak.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tayak.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tayak.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tayak.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tayak.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tayak.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tayak.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tayak.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tayak.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tayak.wordpress.com&amp;blog=1803878&amp;post=234&amp;subd=tayak&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tayak.wordpress.com/2009/06/14/kelip-kelap-kulit-kelammu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/14039153e25c3f85bca5d2e51028ad0f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tayak</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
