Aku MenggugaT


aku menghindar, apakah karena keraguan atau rasa benci yang tanpa sengaja merasuki kebebasan yg berusaha kujaga selama ini?. aku tak lagi menulis ato sekedar melepas senyum pada kalian dan hatiku telah menelan sepi yang sangat. aku merasa jauh, bahkan hingga gerak bibirku tak lagi mengucap sebuah kata tentang dentang kecintaan. aku sengaja menghindar, karena luka menganga disana, saat kalian menutup pintu2 untukku ketika aku sedang mengintip keagungannya. mengapa tega? mengapa tak merasa gundah dengan batasan?mengapa malah terpaku dan takut dengan pertanyaan?

o, terlalu bodohkah mereka?hingga menerima saja ?ato kalianlah yang bodoh yg menganggap itu sebuah dosa, sedang bagiku jalan sesungguhnya. o, kalian tak akan terima gugatanku!!pongahnya diriku dengan kebodohanku, tapi aku akan bicara lantang, hingga gelegar tak mampu lagi terdengar ditelinga kalian. sesungguhnya : kalian terlalu takut untuk mendengarnya, o, kalian tak layak lagi menatap!!!aku takkan bertingkah layaknya para pakar yg bicara dengan tuba yang manis, aku telah tidak peduli dan benar2 tak peduli. O, jangan bicara lagi tentang kebijaksanaan!!, bukankah telah kukatakan bahwa kalian terlalu takut untuknya….begini saja, tutup saja pintu untukku seperti kalian menutup pintu bagi sahabatku yang lain yang menatap bersamaku, karena menurut kalian aku memakai topeng agar aku dicintai, sedang menurutku : topeng itu telah lama tercampakkan, dan melekat dirupa kalian yang telah berpura. dan aku tak takut dibenci, bahkan hingga aku benar2 sendiri, aku tetap tak peduli…layaknya kalian yg berdiam saat aku mempertanyakan pintu2 itu…!!!

sudahlah, aku akan berpaling dan kembali sendiri, menghitung hari-hari dan memilah dosa2 mereka. yah, sendiri menatap, tanpa mata kalian yang tak lagi mengantar pada keteduhan…

tidak, kemarahan tidak merasuki hati. mereka tersaring dan aku punya cukup alasan untuk kecewa pada kalian!!dan hingga kalian benar2 mengerti aku kan terus memaki!!!

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on Mei 15, 2008, in sajak, stay_BacaRuik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. wow…wow…kenapa yang seperti ini tidak terlihat di jaman kita SMA ya…

    is it really u bang redy? sangat bagus
    emang sih nggak semapt baca semua, coz udah magrib di jogja.

    just comment: puisi yang bagus, menentang jiwa, but sometimes kata-kata yang lebih sederhana indah, mudah dimengerti lebih asyik ya..
    tergantung kepada si pengarang sih itu dibuat untuk diri mereka atau si pembaca

    kalau cerpen, dikit baca-baca..
    back to how to write..kadanng cepern popular memang seenak kita untuk bikin. tapi, tidak mungkin kita keluar dari sistem penulisan bukan

    just my opinion, kalau salah maafkan
    teruskan berkarya, karena saya bangga punya kakak kelas yang hobi menuangkan pikiran dalam kata-kata…

    BERSEMANGAT!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: