Bualan Bulan


“siapa namamu bulan?. engkau terlalu telah ada pada sajak, begitu indahkah dirimu?”

taukah engkau dinding kamar yang datang tadi pagi merangkul kertas busuk yang dibalut timah itu?. aku mengenalinya sebagai sebatang rokok, ia lelah dan terbakar, ia ingin menjelma jangkar, ia hampir punah dan terlantar. aku hanya memberikan gunting kuku untuk gerayangan tanpa malu…

“kenapa nyaris hanya engkau yang selalu senyawa bulan?, taukah engkau bahwa dirimu nyaris saja disamakan dengan sajak. benarkah bulan adalah kiasan sajak?”

kita terlalu bodoh untuk menjilati punggung kita sendiri bukan?… ada banyak buangan di kantong sampah dan justru kucinglah yang tau dimana tulang sembunyikan dirinya. kita sedang bermain teka-teki penyair, lalu kita mati untuk sekali pagi. besok sore makan kita rotim agar kita tengadah bersama telinga, mata, hidung dan mulut untuk melihat rasa takut. ia tergantung disana: pada ketidaktahuan rimba akan savana..

“ah, engkau membual..!!, mereka mengenalmu dari bau ketiakku..!. atau mungkin dari teman sepermainanku. kami memang sering bicara tentang kata-kata dan engkau nyaris bicara tentang bagaimana berkata tentang kata-kata. katakanlah, kata apa yang lebih kata daripada kata dusta?”

aku bulan…!aku bulan..!!senyawa pertama dan termanis dari hukum ‘kimiatikapoets’….!!

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on Mei 30, 2008, in sajak and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: