aku dikalahkan tuhan tanpa bantuan setan


begitu muram, hei puisiku..!.bocah-bocah kusam berlarian mengejar sebuah taman yang kehilangan kehijauan. aku kecapaian mengusir burung-burung yang menarikan kebebasannya. lihat deh, gayanya bikin murka..!!

aku bersembunyi bersama kehijauan, dan kami saling mengedipkan sebelah mata seakan sama-sama mengerti kegalauan. pada kehitaman ada kepala pembunuh…kami tidak takut kematian, kami justru gamang dikalahkan…!!

begitu muram, hei puisiku..!.perempuan susu layu gemetaran menunggu munculnya sebuah gerbang yang usang. aku mengalahkan tuhan tanpa bantuan setan (sekarang mereka tertunduk, malukah mereka..?). lihat deh, setan dan tuhan itu satu turunan..!!

aku mengambang sendirian. aku bertanya pada api lilin yang kubeli dari sebuah toko yang menjual segala. lilin-lilin kemudian menjelaskan sesuatu padaku : tentang toko itu, dimana aku menjual aku, tentang dia, yang bukan lagi dia, tentang musuh-musuh terhebat yang tak terkalahkan : tempat dimana tuhan diciptakan

malam ini tempat itu begitu muram, hei puisiku…bagaimana jika aku bocah kusam atau perempuan susu layu saja?. aiih, bagi mereka tempat itu bercahaya. kenapa tak memilih untuk terkalahkan biar hapus lenyap segala muram? kenapa harus sengsara jika bisa hidup tanpa duka?

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on Juni 2, 2008, in sajak and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: