senja senjata


hei, selamat senja senjata..!

tumben engkau singgah, justru ketika kamarku masih berbau sisa-sisa bunga pusara. hahaha

ya, kita memang mesti tertawakan manusia. gila..!kematian butuh seremoni segala? hahaha

selamat senja senjata!

bagaimana hubunganmu dengan mereka : pencabut nyawa..?!

ceritakan juga bagaimana anakmu menjadi juara baru

atau adakah kabar tentang kereta, deru subuh, merah darah dan teriakan penghabisan?. kita terlalu muda untuk tau segala. dan kita percaya bahwa segalanya adalah ketetapan hukum alam. “meskipun kelam” katamu ketika kita menyambut malam di sudut kamarku yang muram…

selamat senja senjata..!

kapan berkunjung lagi?sekarang selesaikan tugasmu sebelum pagi, biar mereka mati demi kebenaran kita yang abadi. biar mereka tak menyiksa dan membunuh teman2 kita lagi. biar mereka bertanya : “tau apa siksaan  tentang kebenaran?”

sejata memeluk bantalku, menangisinya hingga subuh. lalu pergi untuk sekedar menghabiskan amunisi dan kembali kembali membawa berita duka : kawanku kehabisan nyawa..!

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on Juni 5, 2008, in sajak and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: