Terhadap Hidup


aku bukan yang tau segala, tapi aku tidak mau tenggelam bersamanya. aku mencari hingga ujung pulau. hingga keterasingan menjelma sahabat padaku :hidup adalah bagaimana cara mati yang benar,…!

cerita melambangkan buah-buahan yang meranum, dan kita tak tahu kapan memetiknya. tapi segala dikandungnya, agar kita melupakan..!

tidak ada kebenaran-kebenaran yang pantas untuk diperjuangkan, dan aku melestarikan kegagalanku sebagai bentuk pemuasan gairahku yang jalang. dan ia seperti pusaran, ia mementalkanku hingga garis terluar pada saat aku berusaha menuju pusat pusarannya.

ketika kebahagian menjadi tujuan (dan dia memang tujuan…!), kita tak menemukannya dalam secarik kertas yang usang. sesaat ketika mata ingin menyentuh sela dari jiwa, kita menemukan dua bola raksasa…

sajak-sajak adalah pelampiasan kekejikan gula yang berputar. maka akan ada tebaran tepung susu pada tiap mata elang. petani tua berkata : aku tidak gamang akan pilihan-pilihan gampang..!

kita sekedar melepas penat, kala mentari menggigir puncak2 asa. ketika ketenangan telah tertingal dipulau terasing tanpa sesuara akankah aku diberi tahu bahwa dunia bukan sekedar keriangan bocah dan gairah tandas perempuan susu layu….?

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on Juni 9, 2008, in sajak and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. saya menyenangi sajak Tayak.
    meski pada beberapa metaphore saya kehilangan gagasan karena kurang memahami Tayak.
    pada lirik “aku bukan yang tau segala” menjadi konflik jajar kiasan yang membuat saya terbentur pada makna pada kalimat akhir paragraf pertama.

    overall, terhadap hidup menjadi favorit saya dari sekian. walau tidak jujur, namun sajak tersebut mampu membuat saya berpikir tengah berada pada koridor sempit dan redup cahaya, namun sepersekian menjadikan labyrinth sebagai tempat bermain yang riang dan penuh jawaban.

    kapan di bukukan mas?

  2. kapan di bukukan mas?

    hahaha, pertanyaannya lucu mas,
    mana ada yg penerbit yg minat ma puisi kayak gini mas…ga da spesial2nya…

    huehuehue

  3. wah,,kalo yg ni,ika kurang mengerti..bahasanya saia tdk bs mengerti…
    tp seru kok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: