cumi-cumi cuma-cuma


“cuma cumi-cumi”, katamu… ketika laut itu menelanmu. diperutnya telah bersemayam jutaan mayat, ribuan kilo telor asin dan muntahan yang menyebut namamu. jacket merahku telah menahan mual yang tak pernah usai : matahari yang biru dari ingusmu, bau ketiakku yang merayumu..

“cumi cuma-cuma…!”, kataku. ketika menawarkan sepasang kaus-kaki lengkap dengan baunya. tapi engkau malah membeli kerbau dengan kotoran. waktu itu satu juta ons kotoran kau hargai satu ekor kerbau peranakan jerman . tidak masalah…,kau tahu..?!setelah itu aku menerima sehelai rambut dari tanah kosong yang ditinggalkan berahi yang tandas. maka engkau telah menjadi papan rumahku yang kutinggalkan di lumpur itu….

aaaargh..persetan..!!
aku ingin menebas kepalamu. tapi tubuhmu yang tanpa kepala pasti akan membuangku tepat di barisan tahi lalat didadamu.

aaarghh…
aku takut mereka berkata,..: “cumi-cumiku cuma kamu”

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on Juni 19, 2008, in sajak and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: