menemui lagi


Meskipun setelah malam-malam yang menjenguk mayat-mayat letih, di hutan-hutan pertempuran kutemui lagi semua yang kutinggalkan di batas pekarangan. Meski ingat harus kembali, peluru masih mengejar untuk menembus jantungku : memanaskan lagi darahku, mengusik ketubuhanku, memaksa sujud bangsaku.

Dan meskipun setelah bercengkrama dengan kopi dan malam-malam mati, kutemui lagi buah dari langit teduhku, yang kalimat pertamanya tak sempat kusaksikan: bahkan bersamamu. Maka adalah sebuah mimpi : aku ingin mendengar satu kalimat saja darinya yang pernah lupa kata “hingga”

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on September 2, 2008, in sajak and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: