puisi bosan puisi bosan aku puisi tanpa koma


tuhan milik orang miskin takut mati. aku tak beribu. tak berbapak. tak beradik. tak berkakak.

aku sudah bosan menulis puisi, atau menerima dua atau tiga jatah pagi hari. karena pernah mengantongi air yang berwarna ungu itu : hari kita tidak berbeda dalam satu atau dua hal. kecuali ayah dan ibu : jantan dan betina yang telah ada sebelum kita bercumbu.

kita menjenguk ibu dua tahun yang lalu. tanpa sepatu. melangkah dibatu-batu yang datar. sekedar menegukkan ethiopia atau georgia yang membahana pada bulan itu. padahal ibu telah lama kehabisan susu.

aku lupa ayah dimana. mungkin engkau bisa memberitahuku.mungkin kita masih bisa bertemu ayah melalui sebuah pesan singkat, sebuah surat elektronika atau teka-teki silang. ah, meski karet celanaku adalah “sebuah jenius”(apa kau mengerti, benarkah “jenius” adalah kata sifat yang tidak dapat mewakili benda-benda atau kata benda yang menyifat?). karet dan celana, dua yang berbeda, aku masih tidak tahu bagaimana cara mencari. aku tak pernah diajari….bahkan untuk cara-cara manusia mati.

aku sudah bosan. mau pergi. tapi kabel listrik memangkuku menuju singgasana yang kemaren.

tuhan milik orang miskin takut mati. aku tak beribu. tak berbapak. tak beradik. tak berkakak.

tapi bukan sendiri. aku hanya bosan nulis puisi…

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on September 5, 2008, in sajak and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. keren man puisi lo neha asik dan original banget sip sip sip

  2. wowwwwww…

    ancak bangettt..>,,<
    hahahhaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: