tujah (3)


[3]

episode : meremaja………

Tujah siapa

saya siapa

situ siapa,

Ia tak lagi mengenal dirinya, lupa dan tenggelam pada pesta-pora : seremoni dunia semenjak purbakala. Getar menusuk-nusuk dadanya, beruang kutub mulai belajar menari. maka dia kembali mencari pada buah kenari dosa apa saja yang sembunyi, tapi kulitnya keras menahan diri, karena selalu saja ada orang-orang yang bilang masih terlalu pagi, untuk menyendiri dan mengerti lebih dosa mana : surga atau neraka.

Ia berusaha menghirup udara, menata dindingnya melalui dua bola raksasa. dari punggungnya mengalir istana dua puluh empat karat (masih jauhkah 60 tahun sekarat untuk abadi yang dijanjikan para keparat??!). Surga masih saja tidak meninggalkan jejak. Sementara itu, hidup hanya permainan para tuhan. “keparat lengah dan tertawa melihat kita menderita”.”jangan mengeluh, toh kamu bisa apa?”, kekasihnya menyela dari ketiaknya.

saya siapa…?

situ siapa…?

misteri mecari,

ia kemudian menjadi “pertanyaan” tanpa istri…

bersambung ke [4] dst.

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on September 22, 2008, in sajak and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: