antara kura-kura dan cangkangnya


tolonglah jangan membebal
kau taau?!!…aku kenal kura-kura sebelum kenal cangkangnya, kemaren minum susu, sekarang maen bola melulu. Dulu penting mana tuhanmu ato guruku ??!! (batasmu masalah “bagiku” dan “bagimu”). Aku menolak menggurui, tentunya juga karena aku bukan guru yang baik bagi tuhanmu..

Empat tahun lalu aku menemukan diriku terjebak di kantongku, aku yang hanya dapat ditukarkan sebentuk harga diri, aku yang menjadi uap dari punggungku. Aku pernah menulis kebencian tepat di sempit dahiku, menghiasinya dengan kata-kata (meski tanpa warna tinta) . Dan kura-kura yang telah lengkap dengan cangkangnya senyum gila : “jangan maen bola mulu, liat tuh, hanya warna itu yang kulihat di dahimu yang terbakar matahari!hahaha..!”

mestinya kita gila..!!

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on Oktober 14, 2008, in sajak and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: