kurang lebih seperti ini


kurang lebih seperti ini : aku menantangmu mengalahkan keliaran fikiranku yang menolak kukalahkan!. tapi bukan memohon.

haha,ya,aku menyangkal kecanduan akan bantuan. kepercayaan bahwa aku tidak butuh segala datang dari keberanian yang tumbuh sebagai tapal kuda yang telah cukup lama menjalani masa muda yang menari tanpa celana. dan sekedar untuk mengingkari janji gembala kukadukan padamu sebagai sebentuk kegiatan cuci muka.

kurang lebih seperti itu : aku memilih menjadi perkakasmu. membersihkan jejak yang ada dalam semua tetek-bengek norma yang membuat kita gila, menghitung taksi-taksi yang lewat dengan mata mengantuk, menyentuh peluh dari telapek kakimu, atau mungkin sendirian mengerumuni mayat yang ditemukan kali, dan mati tanpa ketakukan akan sendiri. percayalah, aku lebih mengenal cinta! (aku menunggu bantahanmu..kuharap)

jadi ini semua hanya seperti itu : gigi susu yang tak butuh kekasih. misteri padaku yang menolak istri. malam-malam lalu yang kuhabiskan diujung kuku mencari kepala manusia yang tenggelam di bulan sebagai jejak air. jejak air yang menawarkan padaku akan adanya kemungkinan kehidupan lain yang kutolak dengan mata memerah karena memberontak pada marah. marahnya kegilaanku padamu yang mulai bertemu tuju dan kuhabisi dalam rindu.

kurang lebih aku ingin : menantangmu mengendalikan keliaran. aku menantangmu untuk menolak kebenaran. aku menantang untuk menolak pengendalian akan-mu. aku menantang untuk memahami jenis cintaku. menantangmu bersemayam dipeti mati yang bertuliskan namaku saat aku bercumbu dengan dirimu yang palsu. katakan padaku, sudah dapatkah kau pahami gilanya cintaku padamu?

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on Januari 21, 2009, in sajak and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. 🙂
    Aku tak ragu kau pecinta!
    Tapi kau tak pernah rasakan bercinta! mungkin bersenggama semata!
    Kau tak pernah memahami bahwa huruf yg kau tata tak terpahami, olehmu sekalipun!
    Konvensi, norma atau apalah namanya: kau telah terlempar ke dalamnya dan terbujurkaku di riak-riak gelombangnya.
    Kenyataan terlalu perkasa untuk ditundukan! Ia lebih tangguh dari ideologi sekalipun! Kau mau menyempal darinya, pasti kau kejar bayangmu yang semakin meninggalkanmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: