ketiga kalinya: kabut menutup tuju


dengan rasa terima kasih tulus yang malu-malu kusapa penyelamat dari kabut ketinggianku : manusia ketiga yang berhasil memelukku dengan mata nias berbinarnya

demi mati yang menungguku setiap pagi kukabarkan: telah datang seseorang dan menampar pipi kiri yang lupa diri

dengan malu dulu aku menemu diri menari dengan sebagian kaki menyentuh pasir kali. lalu kuciumi tandas beberapa manusia mati dengan harapan cintanya hidup lagi: padaku. ah,masih belum puas, kuhujani punggungku dengan teriakan kesakitan kesatria dari penjuru mata angin sang raja perkasa yang sempurna bisa segala.

kuhakimi telaga dengan tangan-tangan mereka yang mengerti jiwa. masih terasa belum cukup jua, kugugurkan manusia pertama dari tanah sang raja, sedang sang raja kutikam dengan pedang-pedang yang nyata. maka gugurlah, maka gugurlah kesempurnaan. telah kuhujamkan kebumi sisa diri dari pagi yang telah usai.

tanpa tahu, lalu segala menjadi dusta, percuma, sejarah pencarianku terhapuskan, kukabarkan: seseorang datang lagi membawanya dan menampar pipi kiri yang lupa diri.

ah, dengan rasa terima kasih tulus yang malu-malu kusapa penyelamat dari kabut ketinggianku : manusia ketiga yang berhasil memelukku dengan mata nias berbinarnya

About tayak

pecundang yang tidak ingin tenggelam dalam lumpur kebodohannya

Posted on April 12, 2009, in filsafat, sajak and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Puisinya bagus banget om..mbok aku diajari cara buatnya… salam kenal

  2. wadoooh…
    tlah terjadi salah pengertian…
    yaitu:
    1. daku masih muda…jangan panggil om, jadi aluuu
    2. daku juga masih belajar, mari belajar bersama

    huehue
    salam kenal juga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: